Senin, 07 Desember 2015

PROPOSAL PENELITIAN ANALISIS TEKS MEDIA


ANALISIS PESAN ISLAMI DALAM FILM
“99 CAHAYA DI LANGIT EROPA”
(Studi Analisis Semiotik Pendekatan Roland Barthes)
Ditujukan untuk Memenuhi tugas Mata Kuliah



METODE PENELITIAN KOMUNIKASI ANALISIS TEKS MEDIA


Disusun Oleh :

INENDA FELAYANI SAFITRI
B76212112

Dosen Pembimbing :
Ali Nurdin, S.Ag., M.Si

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA 2014




BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Komunikasi visual merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk menyampaikan gagasan. Para ilmuwan yakin bahwa kesan visual menerima 25 kali perhatian lebih besar kesan yang diterima oleh telinga. Disamping itu, indera penglihatan sendiri merupakan alat tercepat guna mencatat imaji dalam otak manusia. Penglihatan memberikan 83% dari seluruh pengetahuan yang diperoleh dari perbandingan 4:1 melebihi semua indera lainnya. Manakala kesan audio dan visual digabungkan seperti halnya dalam film bersuara, maka penggabungan itu menimbulkan dampak yang kuat dalam komunikasi. [1]
Media adalah bentuk jamak dari medium yang berarti tengah atau perantara,massa yang berasal dari bahasa inggris yaitu mass yang berarti kelompok atau kumpulan. Dengan demikian, media massa adalahperantara atau alat-alat yang digunakan oleh massa dalam hubungannya satu sama lain (Soehadi, 1978:38). Yang termasuk media massa terutama adalah surat kabar, majalah , radio telvisi dan film sebagai the big five of mass media, internet (cybermedia, media online).
Fungsi media massa adalah menyiarkan informasi (to inform), mendidik (educate), dan menghibur (entertaint).[2] Media massa juga semakin banyak melalui transformasi sosial. Media penyiaran, surat kabar, film , novel-novel, dan bentuk komunikasi lain menciptakan kerangka berpikir yang sama begi semua warga masyarakat. Media massa menemukan pengetahuan serta nilai-nilai dari generasi terdahulu.[3]
Film Indonesia yang kisahnya tentang Islam berikut problematikanya sudah jamak ditemui dalam lima tahun terakhir. Apalagi, sejak Ayat-Ayat Cinta berhasil ditonton sekitar 3,5 juta orang pada tahun 2008. Namun, kesuksesan film-film Islami itu tidak awet. Jumlah penontonnya terus menurun. Film Ketika Cinta Bertasbih pada tahun 2009 meraih 3,1 juta penonton, Sang Pencerah ditonton oleh 1,2 juta orang dan Dalam Mihrab Cinta meraih  623 ribu penonton pada tahun 2010. Terakhir, La Tahzan yang dirilis pada liburan Lebaran pada Agustus lalu hanya ditonton 235 ribu orang. Dengan kondisi dan minat penonton film Indonesia seperti itu, Maxima Pictures 'nekat' memproduksi film 99 Cahaya di Langit Eropa.[4]

MAKALAH PSIKOLOGI KOMUNIKASI

MAKALAH
(pada fenomena rasa panik yang berlebihan pada diri sendiri)
“Di ajukan untuk memenuhi tugas matakuliah PSIKOLOGI KOMUNIKASI”





Dosen Pembimbing :
Dr. Nikmah Hadiati Salisah, S.Ip, M.Si

Disusun Oleh :
INENDA FELAYANI SAFITRI
B76212112

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA 2014


BAB I
A. LATAR BELAKANG
Setiap orang pasti mempunyai ganguuan psikis yang berbeda-beda, berikut dengan saya sendiri. Kecemasan merupakan suatu kondisi yang dapat dialami siapapun, rasa panik dapat berupa rasa panik yang wajar maupun tidak wajar. Disini saya akan membeberkan gangguan psikis yang pernah saya alami, dan itu tidak hanya sekali namun berkali-kali dalam keseharian saya. Saya menyandang gangguan psikis pada jantung saya, jatung lemah. Akibatnya yakni rasa panik yang overload. Rasa panik yang overload tidaklah baik bagi diri kita sendiri dan orang lain.
Pernah suatu hari saya sedang mempersiapkan segalanya untuk presentasi makalah individu saya dalam mata kuliah pengantar Public Relation, dan pada saat itu saya sedang mengikuti privat public speaking dengan salah satu dosen saya, dan tepat hari jum’at sya hendak maju untuk presentasi, sebelumnya saya benar-benar dibimbing dosen privat saya untuk berlatih presentasi di depan kelas dengan baik dan benar. Saya telah didiagnosa mempunyai rasa panik yangoverload oleh dosen privat saya, maka dari itu disana saya belajar dengan keras untuk menghilangkan sedikit demi sedikit rasa panik yang ada dalam diri saya. Dengan cara terapi, memainset fikiran dengan hal-hal yang baik, seperti akuu bisa, aku pasti sukses dll. Dan ketika saya hendak maju untuk presentasi, saya sudah bayak menyiapkan materi dengan mateang, memahami segala isi yang ada di dalam makalah tersebut dengan baik. Bila saya belajar menjelaskan sendiri di hadapan kaca semua isi makalah yang telah saya buat sendiri tadi, saya terlihat lancar dan terlihat lihai sebab saya sendiri menguasai materi yang saya punya, tapi apalah daya ketika saya maju untuk presentasi di depan kelas, semuanya buyar.
Padahal ketika sebelum presentasi saya sudah merasa percaya diri dengan kemampuan saya, dengan kehebatan saya yang akan ku tunjukkan kepada teman-teman dan ibu dosen, ternyata ketika aku hendak memulai menjelaskan poin fenomena saya sedikit gugup dan panik. Sehingga membuat nada penjelasan saya di depan teman-teman tidak stabil dan yang terjadi blibet semua ketika menjelaskan. Terdengar di telinga teman-teman tidak jelas apa yang telah aku jelaskan di depan kelas tadi.
Dan disana aku merasa kecewa, dimana aku tidak bisa mengontrol kepanikanku ini dengan baik, tetapi tidak bisa dipungkiri juga bahwa rasa panik ini spontan datang disaat yang seperti itu. Dan hasilnya ketika aku sedang mengaami gangguan rasa panik yang overload yakni cara atau model bicaraku blibet, suara yang aku keluarkan tidak begitu jelas, dan nada bicaraku ngos-ngosan seperti dikejar anjing, merasa terlalu lelah dengan rasa panik yang terlalu overload ini.

RESUME SISTEM EKONOMI DAN POLITIK MEDIA

RESUME
SISTEM EKONOMI DAN POLITIK MEDIA
(Diajukan untuk memenuhi tugas UAS)
  





Dosen Pembimbing:
Advan navis Zubaidi,S,ST., M.Si

Disusun Oleh :
INENDA FELAYANI SAFITRI
B76212112

PRODI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
2014



BAB I
Beginning Economic Politic Media
Media bisa menimbulkan perubahan sosial masyarakat pada sebuah pencitraan dan ekonomi negara. Media memang selalu menarik untuk dilihat dari beberapa aspek yang ada. media merupakan sebagaian besar dalam suatu bangsa dan negara. Berikut beberapa contoh satu tujuan media tapi memiliki aspek yang berbeda jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Contohnya hubungan media dengan Tokoh politik Abu rizal Bakrie, AA gym, lembaga Nurul Hayat, kepolisian Negara Republik Indonesia, dll.
Ekonomi sosial budaya adalah sebuah sarana untuk mendapatkan suatu investasi dan menghasilkan kekuasaan. Bagi mereka yang menguasai media harus memiliki kekuasaan yang begitu besar, dengan tujuan yakni membangun budaya rakyat atau dengan maksud untuk menguasainya. Media massa dapat menjadi ruang publik yang utama dan mampu menentukan dinamika sosial masyarakat, politik dan budaya di tingkat lokal maupun secara Global. 
Pengertian Economic, politic dan media yakni. Economic adalah cara untuk tetap bertahan di tengah kerasnya kompetisi dengan sumber daya yang dimiliki. Sedangkan politic adalah cara untuk memperluas dan memperkaya sumber daya yang dimiliki. Di dalam economic terdapat keuntungan, pasar, kemakmuran, kesejahteraan, kompetisi, bisnis, uang, materi, kepuasan, dll. Sedangkan di dalam politic yakni ada kekuasaan, negosiasi, kebanggaan, jabatan, kedudukan,dll. Dan di dalam media yakni terdapat alat, cara dan sarana. Pengertian secara singkat economic politic media yakni bagaimana media digunakan untuk bertahan dari keterbatasan income dan alat untuk menambah kekuasaan serta memperluas sumber daya yang dimiliki oleh setiap stakeholder. Satu prinsip yang mesti diperhatikan yakni dalam sistem industri kapitalis media massa harus memberi fokus perhatian yang memadai, sebagaimana institusi produksi dan distribusi lainnya.
Setiap politik pasti memberikan sumbangsih pada sebuah media, begitu juga dengan sebaliknya, media juga pasti memberikan nilai atau sumbangsih pada politik. Jika dari segi ekonomipun juga, ekonomi pasti mempunyai hubungan yang besar terhadap media,begitu juga sebaliknya yakni media mempunyai hubungan yang erat terhadap ekonomi, seperti ekonomi sebuah negara.
Dimensi Economic Media
di dalam dimensi economic media telah terbagi menjadi 2 yakni:
·         Macro economic (external)     : pendapatan per kapita, jumlah pengangguran nasional, serapan pajak dan efek globalisasi.

Rabu, 27 Agustus 2014

MAKALAH PENGANTAR PR



MAKALAH
(Kerusakan Taman Bungkul Surabaya Akibat acara Walls’s Ice Cream Day)
Diajukan untuk memenuhi tugas matakuliah Pengantar Public Relation

Dosen pembimbing :
Dr. Nikmah Hadiati Salisah, S.Ip, M.Si

Disusun oleh :
Inenda Felayani Safitri (B76212112)

PRODI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
2014

v FENOMENA

“Keruskan Taman Bungkul Surabaya Akibat Wall’s Day”
Kegiatan Car Free Day di Taman Bungkul, Minggu (11/5/2014) pagi, dipenuhi lautan manusia. Sekitar 20 ribu orang berkerumun di sepanjang jalan raya Darmo untuk berebut es krim gratis dalam acara Walls's Ice Cream Day yang diinisiasi oleh PT Unilever Indonesia. Menurut kesaksian Ririk Panca Febriana warga Wiyung, panitia Wall's membuka antrean bagi-bagi es krim gratis mulai pukul 05.00 WIB kepada siapa saja yang memakai baju warna merah.
Selang satu jam, ribuan orang mulai menyerbu panitia. Wargapun memanfaatkan kesempatan itu lebih awal agar mendapat bagian. Sekitar pukul 07.30, panitia mulai kuwalahan. Akhirnya, dengan sengaja melempar-lemparkan es krim ke arah warga secara acak. "Es krim nya langsung dilemparkan gitu. Jadi orang-orang semakin semrawut dan gak karuan," ucap Ririk. Melihat kondisi itu, Satpol PP yang berjaga langsung menghentikan acara bagi-bagi es krim secara paksa. Sayang, puluhan ribu massa ini tidak dapat dibendung. Mereka semakin berhamburan dan menginjak-injak tamanan yang tumbuh segar di sekitar Taman Bungkul.

ARTIKEL




NAMA                        : INENDA FELAYANI SAFITRI
NIM                            : B76212112
MATA KULIAH       : TEKNIK PENULISAN NASKAH PR
SEMESTER                : IV
TEMA
Berwirausaha

JUDUL
Tips mengelola Bisnis Rumahan


v  KERANGKA
A.    PENDAHULUAN
·         Pengertian bisnis rumahan
·         Jenis-jenis bisnis rumahan
B.     ISI PEMBAHASAN
·         Tips mengelola Bisnis rumahan
C.     PENUTUP
·         Manfaat bisnis rumahan

Tips Mengelola Bisnis Rumahan
Pengertian wirausaha atau kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari. Sedangkan bisnis rumahan yakni menjalankan peluang atau  usaha di dalam rumah.

ADVERTORIAL



Rounded Rectangle: ADVERTORIAL: TIPS 

CARA MERAWAT KULIT AGAR TERLIHAT LEMBUT DAN AWET MUDA

Kulit wajah terlihat lembut dan awet muda adalah dambaan setiap wanita. Dari mulai anak muda hingga orang yang sudah berumah tanggapun masih ada yang menginkan kulit lembut dan terlihat awet muda. Jika ingin wajah tampak alami, sebaiknya gunakan yang alami pula. Menggunkaan bahan alami banyak diremehkan oleh kaum wanita, sebab prosesnya lama. Sehingga, Mereka lebih memilih menggunakan yang instan. Yang alami membuat wajah kita terhindar dari bahan kimia yang berbahaya. Adapun bahan alami yang mampu membuat wajah kita terlihat cantik dan awet muda, yuuk simak apa saja bahan-bahan alami tersebut :
1.      Madu
Madu sangat bemanfaat untuk kecantikan wajah. Seperti menghaluskan kulit, melindungi kulit, mencegah penuaan dini, memelihara kecantikan kulit dan mampu mengatasi jerawat pada kulit.

SURAT PEMBACA



SURAT PEMBACA
Kepada Ibu Dekan

“Minusnya Fasilitas Kampus”
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saya Inenda mahasiswi UINSA Surabaya. Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi ini minus sekali dengan fasilitas umum dan mahasiswanya sendiri. Yang pertama Seperti adanya musholla, tetapi malah pasif. Karena keadaan mushollanya sendiri tidak jelas, dimana tempat untuk wudhu dan mana mukenah untuk umum/mahasiswa ??? kampus kita kampus Islami, fasilitas untuk sholat fardhu minimal ada ditiap fakultas, agar mahasiswanya tidak malas untuk melaksanakan sholat fardhu tanpa harus ke depan, ke masjid Ulul Albab.